Tampilkan postingan dengan label Sorot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sorot. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juli 2021

Alhamdulillah, Ranting NU Se-Kecamatan Pacet Cianjur Dilantik

 



CIANJUR, mediainsancita.com: Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Se-Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur hari Ahad (04/07/2021) resmi dilantik oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cianjur KH. M. Choirul Anam MZD. 


Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet yang juga merupakan pondok pesantren yang dipimpin oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet KH. Dadang Faried. 


Adapun yang dilantik adalah 7 desa yang meliputi Desa Cibodas, Ciherang, Cipendawa, Ciputri, Gadog, Sukanagalih dan Sukatani serta dihadiri oleh unsur Forkopimcam, Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Cianjur KH. M. Choirul Anam MZD, Kepala Sekretariat PCNU Kab. Cianjur Parhan Abdul Latif dan seluruh kepengurusan MWCNU Kecamatan Pacet. 


Menurut Ketua MWCNU Kecamatan Pacet KH. Dadang Faried dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur, juga sebagai bukti bahwa kepengurusan di wilayah kecamatan tersebut masih tetap solid, dibuktikan dengan terbentuknya dan dilantiknya kepengurusan di tingkat ranting atau desa secara lengkap. 


Ia juga menambahkan bahwa kecamatan Pacet merupakan kecamatan yang basis ke-NU-annya tidak diragukan lagi, terutama di wilayah kabupaten Cianjur bagian utara dibuktikan dengan adanya lembaga baik pemerintahan maupun swasta yang bekerjasama dengan NU. 


Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cianjur dalam sambutan dan juga memberi pembekalan kepada pengurus yang baru di lantik menyampaikan bahwa lahirnya NU membawa dua amanat yakni amanat keummatan dan amanat kebangsaan, sehingga apabila kedua hal tersebut dapat diaplikasikan oleh pengurus baik di tingkat atas maupun tingkat bawah ia meyakini bahwa NU akan seutuhnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Wandi/ Jack)

Kamis, 25 Maret 2021

Cabai Mahal, Lembaga Pengembangan Pertanian NU Cianjur Ajak Masyarakat Tanam Sendiri



Cabai Mahal, Lembaga Pengembangan Pertanian NU Cianjur Ajak Masyarakat Tanam Sendiri


Cianjur/ journalnews.co.id: Ikhtiar Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Cianjur untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pangan seperti cabai adalah mengajak masyarakat menanam sendiri dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Menanam ini bisa dilakukan dengan mengupayakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan berkelanjutan. Tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan serta pendapatan. Tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi jika hasil panen melimpah juga bisa dijual untuk menambah pendapatan.


Hal ini sebagaimana disinggung oleh Kusnadi Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Cianjur yang dihubungi via pesan whatsapp Kamis, 25 Maret 2021. Ia mengungkapkan dengan menanam cabai, masyarakat tidak perlu membeli cabai ke pasar, karena bisa panen sendiri.




"Kami mengajak masyarakat menanam cabai atau sayuran sendiri di pekarangan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kalau setiap rumah tangga melakukan penanaman cabai di pekarangan masing-masing 5 pot saja, pasti tidak akan sulit memenuhi cabai, karena tinggal petik." Ungkap Kusnadi.


Lanjut Kusnadi untuk meredam meningkatnya harga cabai, pemanfaatan lahan pekarangan hendaknya bisa terus disosialisasikan. Upaya itu dilakukan oleh LPPNU Cianjur bersama dengan dinas terkait di masyarakat.


"Jangan biarkan lahan kosong begitu saja. Tapi ditanami aneka tanaman, nanti akan dipetik hasilnya dan bisa untuk konsumsi keluarga". Imbuh Kusnadi


Petani muda bernama Muhamad Arifin yang beralamat di Kampung Tambak Baya, RT 01 RW 07 Desa Cipetir, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur mengaku bahwa tanaman cabai mudah dibudidayakan. Jika dipelihara (dipupuk, diberi obat anti hama), cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2-3 bulan. Umur tanaman cabai rawit bisa mencapai 12 bulan dengan frekuensi panen 15-18 kali.


Masih menurut Muhamad Arifin, upaya menyosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan dan gerakan budidaya cabai secara serentak, hendaknya bisa diinisiasi di semua daerah, dengan budidaya ini diyakini bisa meredam naiknya harga cabai.


"Kami LPPNU Kabupaten Cianjur beserta dinas terkait terus mensosialisasikan budidaya ini, karena manfaatnya sangat dirasakan bagi keluarga. Pangan tercukupi, bahkan bisa mendapat tambahan penghasilan dengan menjualnya," tutup Muhamad Arifin. ( Wandi R)